Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Sehat dan Bugar di Usia Senja

Gambar
Tidak bisa dimungkiri, fisik dan stamina yang prima adalah aset penting yang harus kita rawat dan jaga hingga menutup mata. Kita menyadari bahwa fisik perempuan, khususnya menjelang usia lima puluhan, sering kali mengalami penurunan vitalitas. Perut bergelambir dan payudara mengendur mungkin menjadi bagian dari perubahan. Belum lagi berbagai keluhan seperti sakit pinggang dan gejala obesitas. Perubahan ini dapat menyebabkan kita justru sakit-sakitan di usia senja, sehingga berpotensi merepotkan anggota keluarga. Komitmen pada Kesehatan Apakah kita tidak peduli pada kesehatan di usia tua nanti? Mungkin saat ini kita tidak menyadari, tetapi mengabaikan kesehatan akan berakibat fatal bagi diri kita. Tentu kita tidak ingin di usia senja nanti hidup sendirian, tanpa pasangan, dan merepotkan anak cucu, bukan? Sisa waktu yang kita miliki jangan sampai dihabiskan dengan penyakit degeneratif seperti osteoporosis, Alzheimer, atau obesitas. Kesehatan adalah aset berharga. Jika kaum pria di luar s...

Dibalik Sosok Mahyra Senja

Gambar
 Mahyra Senja adalah nama pena dari seorang penulis yang sedang mengembangkan sayapnya. Beliau adalah Maryanah, S. Pd seorang guru Bahasa Indonesia dan ibu rumah tangga dari tiga orang buah hati. Terlahir dari keluarga sederhana yang hobi menulis dan bercita-cita untuk menjadi seorang penulis produktif di Indonesia ya karyanya menjadi sejarah.  Panggil saja beliau bunda sosok wanita yang juga gemar berolahraga dan menyanyi. Saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Islam Assyafiiyah jurusan pendidikan teknologi. Selain sebagai seorang guru dan penulis beliau juga berprofesi sebagai instruktur KSN dan founder komunitas sharing ilmu literasi. Kunjungi akun medsosnya @Mahyra_Senja atau www.MahyraSenja.com

Senja di Mata Ibu

Gambar
  Mentari baru saja menapak di batas ufuk, namun di sudut kamar itu, matahari seorang ibu serasa belum terbit. Ia bernama Ibu, sedang menatap wajah putra semata wayangnya, Kenan, yang tubuhnya terbaring lesu. Dahi Kenan terasa memanggang. Ibu menempelkan telapak tangannya. "39 derajat Celsius? Ya Tuhan, kenapa tidak turun juga panasnya?" Bisikan cemas itu bagai pisau yang menusuk batinnya sendiri. Seketika, rasa khawatir yang pekat menjalar, seolah-olah demam Kenan ikut membakar syaraf-syaraf di kepala Ibu. Pandangannya berputar. Kenan yang lemah menangkap perubahan itu. "Ibu kenapa? Kok, pucat?" tanyanya, suaranya seperti tiupan angin yang nyaris tak terdengar. Ibu berjuang keras untuk tersenyum, tetapi matanya tak bisa menyembunyikan kenyataan, bola matanya berkaca-kaca menahan air yang siap tumpah. "Kamu sudah seperti ini, masih saja cerewet, Nak," ucapnya, nadanya bergetar tipis. Kenan tertawa samar, mencari celah tawa di tengah rasa nyeri. "Bu, k...

Selesai Dengan Diri Sendiri

Gambar
Sekelumit trauma di masa lalu membuat saya enggan berurusan dengan orang-orang toxic. Saya takut bicara dan tentu saja di saat mengalami fase yang berat seperti ditinggalkan saya benar-benar merasa tak bisa menutupi kenyataan. Menghadapi dunia itu tidak mudah.  Saya harus berjuang dan bertarung waktu untuk keluar dari rasa trauma. Saya ingin memeluk diri sendiri, tak peduli dengan orang lain. Saya cenderung dipengaruhi oleh keadaan. Ketika saya sadar, hanya kepada Allah saya mohon pertolongan. Sebab, ketika trauma datang tiba-tiba suara saya tercekat, wajah saya muram dan tangan saya bergetar tanpa kontrol. Rasa takut menghadapi orang-orang toxic membuat saya hampir menyerah. Bukan berarti saya lemah dalam menghadapi kenyataan. Berdiri saja saya tak mampu. Ingi rasanya membalikkan badan dan cepat-cepat melewati fase tersebut. Mulut saya seakan terkunci dan pasrah. Saya tidak bisa berkata-kata.   Apa yang harus saya lakukan untuk melewati fase trauma? Saya berusaha untuk s...

Sabar, Semua Ada Saatnya

Gambar
  Jangan buru-buru ingin menyelesaikan masalah ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit. Jika sabar dan sholat sebagai penolong, kita masih bisa belajar untuk menyelesaikan masalah yang ada.  Hidup adalah tantangan. Apakah kita akan memahami tentang rasa syukur ketika semua kesulitan yang datang masih bisa kita nikmati. Terkadang, kita buru-buru menyimpulkan tanpa pikir panjang. Jauhi stres dan percayalah bahwa hidup tidak melulu tentang bingkai romantisme anak muda. Manfaatkan siswa waktu yang ada untuk menjalani hidup yang lebih baik.  Ketika hidup dalam ujung harapan dan yang tersisa hanyalah tawakal, maka kita akan menyerahkan sepenuhnya hanya pada Allah Swt. Tugas kita sebagai manusia adalah berserah diri pada Allah di saat semua tantangan tak ada lagi jalan keluar. Bukankah kita tidak bisa memaksakan seseorang? Setiap hati ada pemiliknya, biarkan hati kita dimiliki Allah. Cukup Allah sebagai satu-satunya pondasi hidup dan pintu harapan. Sebagai manusia kita tidak l...