Memutus Rantai Luka Tetap Tenang Saat Badai Datang
Setiap manusia berhak atas ketenangan dan rasa hormat di dalam rumahnya sendiri. Namun, terkadang takdir menempatkan kita di tengah badai yang tidak kita ciptakan. Menghadapi toxic relationship bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah ujian ketabahan yang luar biasa. Tulisan ini adalah cerminan dari perjalanan seorang perempuan yang sedang berjuang menemukan kembali cahaya di dalam dirinya yang sempat meredup. Sejak kecil, aku sering dibentak dengan kata-kata kasar. Awalnya, aku marah dan tidak terima, tetapi lama-kelamaan aku justru membiarkan diriku menerima semua itu karena aku malas beradu pendapat. Apalagi, aku tidak ingin suasana hatiku rusak, dan aku memegang prinsip bahwa keributan di depan anak-anak tidak boleh terjadi. Namun, sering kali aku terpancing. Aku tahu ini semua tidak adil. Aku tidak boleh membiarkan diriku menderita lagi dan lagi. Masa kecilku sudah suram; apakah masa dewasaku menjelang usia jelita ini juga harus mengalami hal yang sama? Aku sadar bahwa aku tidak...