Menembus Batas Prestise Meniti Rida Ilahi
Di era digital ini sebuah pencapaian dan pengakuan publik, terselip sebuah renungan yang mendalam. Tulisan ini adalah sebuah catatan hati tentang bagaimana meluruskan niat, meredam ambisi semu, dan mengalihkan orientasi hidup agar tidak sekadar mencari nama di pandangan manusia. "Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Talaq: 2–3) Saat ini saya sering kali merasa heran dengan fenomena yang marak terjadi. Begitu banyak orang berlomba-lomba mengejar prestise. Setelah saya mempelajari makna kata prestise lebih dalam, barulah saya memahami alasan di balik ambisi tersebut. Lembaga tempat kita bernaung, hasil prestasi, pencapaian, hingga latar belakang pendidikan sering kali dianggap sebagai instrumen ampuh untuk menaikkan prestise. Jujur, saya pribadi saat ini belajar menge...