Postingan

Noktah Atap yang Retak

Gambar
 BAB 2: RUMAH YANG MENDENGAR SEMUA LUKA "Ada perang, Cing!" celetuk Rizki saat tiba di halaman rumah tetangganya sambil terengah-engah. beberapa kerabat yang bermukim tak jauh dari situ menyimak ucapan anak kecil itu. "Siapa yang perang? Ntu Nyak sama Babeh lu?" "Iya! Mang napa, ya? Babeh gila janda katanya. Terus Ema mau dimatiin," ceroscos Rizki polos. "Masa, sih? Mungkin lu salah dengar kali. Kagak mungkin babeh lu begitu, pan sudah tua. Masa pakai gaya begitu?" "Ncang lihat saja sendiri! Mungkin Babeh lagi pubertas." "Apaan itu pubertas? Anak zaman sekarang kalau ngomong suka pakai kata-kata yang kagak gue mengerti," gumam sang paman sambil menggeleng-gelengkan kepala. Tak jauh dari situ, Saripah—kakak kandung Andre—sedang mengobrol di depan teras bersama suaminya. "Saripah, tolong lu samperin itu si Andre, adik lu," suruh suaminya pelan. "Emang ngapa, Bang?" "Berantem lagi katanya sama bininya....

Noktah Atap yang Retak

Gambar
 BAB 1: PAGI YANG TIDAK PERNAH TENANG Pagi belum benar-benar terang, tetapi Anna sudah terbangun lebih awal dari penghuni rumah lainnya. Di dapur kecilnya, ia memotong bahan seadanya untuk menyiapkan sarapan dan merapikan kebutuhan anak-anak yang harus pergi sekolah. Usai dapur agak rapi, Anna duduk di sudut meja makan. Ia mengambil ponsel, membuka aplikasi perbankan dan dompet digital, lalu mulai menghitung sisa dana yang tersisa di rekeningnya. Matanya menatap nanar deretan angka di layar. Tagihan kuliah anak pertama, biaya sekolah Afika dan Ilham, hingga iuran pesantren Rizki menumpuk menanti penyelesaian. Belum lagi untuk belanja dapur sehari-hari. Uang gajian mengajar Anna bulan ini sudah menipis, nyaris habis tak berbekas. Di kamar, Andre—suaminya—masih berbaring di atas kasur dengan sarung melilit pinggang. Jemarinya sibuk mengusap layar ponsel, scrolling media sosial tanpa henti. Sesekali ia terkekeh sendirian melihat video lucu yang lewat di linimasa, seolah tak ada beban ...

Menembus Batas Prestise Meniti Rida Ilahi

Gambar
Di era digital ini sebuah pencapaian dan pengakuan publik, terselip sebuah renungan yang mendalam. Tulisan ini adalah sebuah catatan hati tentang bagaimana meluruskan niat, meredam ambisi semu, dan mengalihkan orientasi hidup agar tidak sekadar mencari nama di pandangan manusia.  "Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Talaq: 2–3) Saat ini saya sering kali merasa heran dengan fenomena yang marak terjadi. Begitu banyak orang berlomba-lomba mengejar prestise. Setelah saya mempelajari makna kata prestise lebih dalam, barulah saya memahami alasan di balik ambisi tersebut. Lembaga tempat kita bernaung, hasil prestasi, pencapaian, hingga latar belakang pendidikan sering kali dianggap sebagai instrumen ampuh untuk menaikkan prestise. Jujur, saya pribadi saat ini belajar menge...

Menemukan Makna di Balik Panggung Transformasi: Perjalanan GTK Inovatif Kota Depok

Gambar
  "Transformasi sejati dalam pendidikan bukanlah tentang seberapa mahal teknologi yang kita tampilkan, melainkan seberapa dalam akar budaya yang kita lestarikan dan seberapa nyata dampak yang kita berikan pada jiwa siswa." Sebuah langkah kecil sering kali bermula dari dorongan sederhana: sebuah ajakan dari teman, keraguan di awal, hingga keputusan untuk mencoba melangkah keluar dari zona nyaman.  Pengalaman mengikuti ajang Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kreatif dan Inovatif di Kota Depok memberikan banyak pelajaran berharga tentang ketulusan, proses, dan arti sebuah perubahan. Berikut adalah catatan reflektif dari perjalanan tersebut. Mengubah Keraguan Menjadi Prestasi Awalnya, keikutsertaan saya dalam ajang GTK Inovatif di Kota Depok bermula dari motivasi seorang rekan seperjuangan. Berbekal dorongan tersebut, saya, menyiapkan naskah praktik baik berjudul "DEPOK BERCERITA: Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Digitalisasi Cerita Lokal untuk Menguatkan Lite...

Projek Based Learning YKS 2026

Gambar
  Tugas Pre-Test Tema: "Pengalaman yang Mengubah Saya" Buatlah sebuah digital storytelling berbasis komik digital dengan tema "Pengalaman yang Mengubah Saya". Cerita dapat berupa pengalaman nyata atau cerita fiktif yang menggambarkan suatu peristiwa yang memberikan perubahan pada tokoh utama. Karya minimal memuat: 1. Tokoh utama yang memiliki karakter yang jelas. 2. Latar tempat dan waktu. 3. Awal cerita yang memperkenalkan situasi dan tokoh. 4. Masalah atau konflik yang dihadapi tokoh. 5. Perkembangan konflik sampai mencapai bagian penting dalam cerita. 6. Penyelesaian masalah yang logis. 7. Pesan atau nilai yang dapat dipahami pembaca. 8. Teks dan gambar yang saling mendukung. 9. Alur cerita yang runtut dari awal sampai akhir. 10. Judul yang sesuai dengan isi cerita. Ketentuan Produk • Minimal 8 panel/adegan. • Setiap panel harus memiliki hubungan dengan panel berikutnya. • Gunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami. • Gambar harus re...

Perahu-Perahu Yang Tersesat

Gambar
 Perahu-Perahu Yang Tersesat Oleh Chelsea Awwaliya  "Untuk tugas minggu depan, kalian harus membuat cerpen yang mengangkat lokalitas daerah sekitar kalian," kata Bu Rani sambil menulis di papan tulis. Sena menghela napas, dia merasa bingung harus menulis tentang apa. Baginya, daerah sekitar rumah terasa biasa saja dan tidak ada yang menarik. *** Sepulang sekolah, Sena masih memikirkan tugas itu. Saat melewati persimpangan. dia melihat papan bertuliskan Setu Rawa Besar. Sena pernah mendengar tempat itu dari temannya dan Sena memutuskan untuk datang ke sana keesokan harinya. Sena pun akhirnya kembali berjalan sambil memikirkan Setu Rawa Besar. *** Sore berikutnya, Sena tiba di Setu Rawa Besar dengan membawa buku catatan dan ponselnya. Dari kejauhan, permukaan air terlihat berkilauan diterpa cahaya matahari. Namun, semakin dekat dia berjalan, hidungnya justru mencium aroma yang tidak sedap. Sena melihat ke sekeliling. Ada bungkus makanan, botol plastik, dan gelas bekas berseraka...

Antologi Pantun Budaya

Gambar
 Kumpulan pantun budaya siswa SMP Islam YKS akan dijadikan porto folio. Terima kasih bagi yang sudah mengirimkan karya pantun budaya di antaranya: ADRY RUNAKO ABQORI kelas 7.2 Pergi ke Bali membeli kain tenun, Tenunnya indah warna-warni. Jangan lupakan budaya leluhur, Karena itu jati diri negeri. Pergi kepasar membeli jamu, Jamu dibeli oleh si davi, Ayo kita jaga budaya negeriku, Agar lestari sampai nanti. Thalita humaira firyadi 7.3 Menonton tari diatas panggung, gerakannya elok memikat hati, Indonesia kaya ragam agung, mari dijaga sepenuh hati. Pergi kepasae membeli kain, kain tenun bermotif batik, mari lestarikan budaya negri, sebagai identitas dan kebanggaan Corianda kls 7.2 Pergi ke pasar membeli batik,Batik bermotif indah menawan.Budaya Nusantara sangatlah cantik,Wajib dijaga sepanjang zaman. hari makan serabi,Minumnya teh hangat di cangkir.Mari lestarikan tari tradisi,Agar tak punah dan tak tersingkir. princess 7.3 -Jalan sore membeli pepaya -dan di taruh didalam tas -ayo ki...