Postingan

Sepenggal Episode Menjemput Takdir

Gambar
Dia bernama putus asa ketika seseorang tak lagi mampu menepis rasa kecewa, sedih, dan luka. Tak pernah terbayangkan, seseorang harus menerima realita pahit di mana anak yang diharapkan menjadi investasi masa depan—yang membawa angin segar bagi kebahagiaan orang tua—justru menghadapi jalan yang terjal. Prestasi akademik dan rasa bangga tentu menjadi harapan setiap orang tua. Namun, jauh di atas itu, sebagai orang tua, kita perlu membekali anak dengan fondasi agama sejak dini. Pendidikan karakter yang tumbuh selama masa perkembangan anak adalah buah dari campur tangan orang tua. Untuk apa meraih dunia jika akhirat harus terlupakan? Sebagai orang tua, saya merasa sedih jika fondasi yang kami tanamkan sejak kecil goyah. Maka, saya memilih untuk mengarahkan anak agar senantiasa berada di lingkungan yang Islami. Meskipun tak menutup kemungkinan tantangan lain akan datang, saya yakin Allah pasti akan menolong hamba-Nya yang berjuang di jalan agama-Nya. Sebagai ibu, saya tak ingin anak saya tr...

Terima kasih Diriku

Gambar
 Wahai diriku, terima kasih. Di saat hari lahirmu tak ada satu pun orang yang peduli, bahkan orang terdekat sekalipun, kamu masih tetap memikirkan kebutuhan mereka. Kamu sibuk mengerjakan urusan rumah tangga, padahal tak ada waktu untuk istirahat. Jadwalmu padat dari pagi buta sampai menjelang senja. Aku tahu rasanya jadi kamu; yang sering berpura-pura bahagia, tidak menuntut apa pun, hidup sederhana, dan hidup dalam beban tanggung jawab yang tiada habisnya. Aku tahu dalam hatimu menangis karena kamu baru menyesali semuanya saat ini, ketika usiamu sudah matang. Kamu rindu kehadiran malaikat tak bersayapmu. Aku tahu bagaimana kamu banting tulang demi senyum orang lain tanpa pamrih, tanpa meminta hak. Lucunya, masih ada saja orang yang mengacuhkanmu tanpa rasa iba atau rasa terima kasih. Aku tahu kamu sering tidak dihargai di tengah kebaikanmu sebagai seorang manusia. Namun, tahukah kamu? Di belahan bumi ini, kamulah yang paling dinanti. Jangan sedih, Allah bersamamu. Wahai jiwaku in...

Terima kasih, Untukmu Pembenciku

Gambar
Tulisan ini adalah luapan rasa dibalik hikmah dari orang lain.  "Untuk mereka yang membenciku, terima kasih. Kalian adalah alasan mengapa aku bangkit dan tersadar bahwa hidup ini terlalu berharga untuk dijalani dengan santai. Hidup harus diperjuangkan dengan prestasi, latihan yang ulet, pengembangan potensi, dan kerja keras demi masa depan yang lebih baik. Jujur, sempat ada masa di mana jiwa ini tumbang akibat cacian, makian, dan hinaan yang bertubi-tubi dari kalian. Namun, ketidaksukaan kalian melihatku bahagia, cerdas, dan mandiri justru memotivasiku untuk membuktikan bahwa aku mampu berdiri tegak di atas kakiku sendiri. Kini, aku berada di posisi di mana aku bisa mengabdi, menjadi teladan, dan berjuang dengan penuh kehormatan. Kalian mungkin berharap aku menderita dan menyerah. Namun, kalian lupa bahwa di mana pun aku melangkah, Allah SWT yang Maha Pengasih selalu ada. Kepada-Nya aku berserah, dan aku yakin rezeki serta nikmat kehidupan telah dirancang dengan indah oleh-Nya. Ak...

Membaca Garis Waktu

Gambar
  Aku yang kini beranjak di usia senja, tak lagi bisa merasakan kesempatan yang sama dengan mereka. Waktu telah mengambil semuanya. Aku harus bertarung dengannya, aku berkejaran dengan mimpi yang tak kunjung diraih. Di saat orang lain telah purnabakti, aku baru mulai melangkah. Di saat tubuh tak sempurna, aku malah bergerak bebas. Di saat wajah telah keriput, aku malah eksis di layar media. Hari ini lelah rasanya langkah ini, bahkan hampir berhenti. Aku menyesal, kenapa aku memilih keputusan yang begitu sulit? Mengapa aku baru bisa bangkit di saat waktu telah habis? Aku menyaksikan begitu banyak yang tumbang, tetapi aku masih di sini menanti keajaiban datang. Aku masih di sini menggeluti jejak ilmu. Aku masih sibuk baca tulis, entah sampai kapan? Aku yang masih setia di sini bersama harapan. Akankah aku juga akan layu? Bagai bunga yang kehausan, bagai ranting yang kering, dan bagai pohon yang hampir tumbang. Aku juga ingin menepi dari rasa yang hampir mati. Lelah yang tak berujung....

Di Balik Layar yang Redup, Ada Jiwa yang Tetap Menyala

Gambar
  Waktu seolah melambat saat sebuah pesan masuk di grup utama mahasiswa. Di sana, tertulis kalimat-kalimat tajam tanpa filter yang seketika meruntuhkan perasaan. Tuduhan tak berdasar itu nyaris melempar jiwa ini ke dalam penyesalan yang tak berkesudahan.  Pikiran mendadak buntu, dipenuhi rasa gagal, seakan dunia berhenti berputar pada detik itu juga. Butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk sekadar mencerna dan menerima kenyataan pahit tersebut. Pemicunya adalah penilaian dari dosen yang menyebut bahwa artikel ilmiah tim kami menggunakan referensi palsu. Beliau bahkan memperingatkan agar kami lebih selektif dan tidak asal mencatut sumber dari internet. Mendengar itu, hatiku terasa getir.  Bagaimanapun, aku adalah seorang guru yang sangat akrab dengan dunia literasi. Malam sebelum dokumen itu diunggah ke Google Classroom, aku sendiri yang memeriksa dan menyuntingnya dengan sangat teliti. Kalimat demi kalimat kuperiksa secara saksama demi memastikan kelayakannya sebelum dib...

Hasil pembelajaran komik digital

Gambar
 

Berdamai Dengan Kegagalan Hidup Sepenggal Kisah Tentang Kehidupan yang Tak Sempurna

Gambar
Sering kali kita merasa sudah menggenggam iman, tapi saat badai datang, pegangan itu terasa goyah. Tulisan ini adalah sebuah refleksi jujur tentang perjalanan hati yang sedang belajar menyelaraskan antara lisan yang mengaku ikhlas dengan hati yang masih kerap merasa cemas. Ini adalah pengingat bahwa menjadi lemah di hadapan Allah bukanlah sebuah kehinaan, melainkan awal dari kekuatan yang sesungguhnya. Betapa hari ini saya merasa malu di hadapan Allah. Saya adalah seorang hamba yang sering mengatakan, "Ya Allah, saya ikhlas dengan garis takdir-Mu," tapi ternyata saya masih sedih dengan semua masalah yang saya hadapi. Saya merasa malu, seolah diri saya tidak percaya pada apa yang Allah ajarkan melalui takdir-Nya. Saya mendapatkan pukulan berat berkali-kali dalam hidup ini. Hati saya masih meragukan, padahal itulah awal dari masalahnya. Ketika saya sudah mengatakan yakin akan ketentuan Allah, seharusnya saya percaya tanpa ragu sedikit pun bahwa apa yang terjadi hari ini membuat...