Terima kasih Diriku
Wahai diriku, terima kasih. Di saat hari lahirmu tak ada satu pun orang yang peduli, bahkan orang terdekat sekalipun, kamu masih tetap memikirkan kebutuhan mereka. Kamu sibuk mengerjakan urusan rumah tangga, padahal tak ada waktu untuk istirahat. Jadwalmu padat dari pagi buta sampai menjelang senja.
Aku tahu rasanya jadi kamu; yang sering berpura-pura bahagia, tidak menuntut apa pun, hidup sederhana, dan hidup dalam beban tanggung jawab yang tiada habisnya. Aku tahu dalam hatimu menangis karena kamu baru menyesali semuanya saat ini, ketika usiamu sudah matang. Kamu rindu kehadiran malaikat tak bersayapmu.
Aku tahu bagaimana kamu banting tulang demi senyum orang lain tanpa pamrih, tanpa meminta hak. Lucunya, masih ada saja orang yang mengacuhkanmu tanpa rasa iba atau rasa terima kasih. Aku tahu kamu sering tidak dihargai di tengah kebaikanmu sebagai seorang manusia. Namun, tahukah kamu? Di belahan bumi ini, kamulah yang paling dinanti. Jangan sedih, Allah bersamamu.
Wahai jiwaku ingatlah satu hal:
"Kebaikan yang kamu tanam dengan ikhlas tidak akan pernah hilang. Mungkin manusia lupa, tetapi Allah Maha Melihat dan Ia tidak pernah melewatkan satu pun kebaikan kecil yang kamu lakukan."
Sebagai pengingat bahwa lelahmu adalah ibadah ingatlah ayat cinta-Nya:
"...Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya..."
— QS. At-Talaq: 3
Ayat ini adalah sebuah ungkapan motivasi agar kamu tetap tawakal pada Allah. Melabuhkan harap hanya pada-Nya. Ingatlah bahwa Allah ada untukmu, sekalipun orang lain tidak ada e peduli padamu. Jika hari ini kamu telah diabaikan Allah tidak akan pernah mengabaikanmu.
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
— QS. Ali 'Imran: 139
Depok 13 Juni 2026
Momen istimewa

Komentar
Posting Komentar