Membaca Garis Waktu
Aku yang kini beranjak di usia senja, tak lagi bisa merasakan kesempatan yang sama dengan mereka. Waktu telah mengambil semuanya. Aku harus bertarung dengannya, aku berkejaran dengan mimpi yang tak kunjung diraih.
Di saat orang lain telah purnabakti, aku baru mulai melangkah. Di saat tubuh tak sempurna, aku malah bergerak bebas. Di saat wajah telah keriput, aku malah eksis di layar media.
Hari ini lelah rasanya langkah ini, bahkan hampir berhenti. Aku menyesal, kenapa aku memilih keputusan yang begitu sulit? Mengapa aku baru bisa bangkit di saat waktu telah habis?
Aku menyaksikan begitu banyak yang tumbang, tetapi aku masih di sini menanti keajaiban datang. Aku masih di sini menggeluti jejak ilmu. Aku masih sibuk baca tulis, entah sampai kapan?
Aku yang masih setia di sini bersama harapan. Akankah aku juga akan layu? Bagai bunga yang kehausan, bagai ranting yang kering, dan bagai pohon yang hampir tumbang.
Aku juga ingin menepi dari rasa yang hampir mati. Lelah yang tak berujung. Ragaku memang tidak seperti dulu, tapi semangatku tetap menyala. Biarlah seperti itu sampai aku menutup mata.
Depok, 8 Juni 2026

Komentar
Posting Komentar