Gaung Tanah Baru


 

Oleh Chelsea Awwaliya

Dahulu, ketika senja merunduk pelan

Ketika tabuh menembus hampa

Pewaris budaya berlari membawa tawa 

Sesepuh kampung melangitkan doa

Tanah Baru bernapas dalam suara


Gong Si Bolong

Namamu, setua zaman

Dentingmu, menumbuhkan musim 

Memanggil tawa, mengiring doa 

Jejak leluhur melintasi zaman


Namun kini, debu memeluk tubuhmu

Sunyi duduk di sisimu 

Tanah Baru, perlahan kehilangan gaungmu

Sementara riuh dunia terus berlari

Namun, matamu terus menunggu kami

 

Jangan biarkan rindumu membatu

Biarkan dentingmu kembali bernapas

Selama Tanah Baru masih mengingatmu,

Jejak leluhur tak sepenuhnya padam, 

Denyut budaya takkan pernah tenggelam.


Depok, 10 Agustus 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehat dan Bugar di Usia Senja

Menjemput Senyum di Balik Luka Masa Lalu

Nilai Nol di Rapor Cermin Kemalasan Guru?