Refleksi Tahun 2026


Januari tahun 2026 sudah di depan mata. Dapatkah kali ini hati berdamai dengan keadaan? Di mana tantangan saat tahun ini sungguh luar biasa. Sudah saatnya mengubah tantangan jadi peluang. Bukan tidak lagi menyalahkan keadaan, bukan pula merasa disetir oleh keadaan yang tidak diinginkan. Manusia hanya berencana, tapi Allah Swt yang menentukan takdir. Kejutan tahun ini ada suka dan duka yang tak terduga. 

Ada kabar duka cita dan ada kabar bahagia. Hidup ini seperti role coaster. Rasanya turun naik. Entah kenapa kadang merasa hampir jatuh. Namun, kadang bangkit lagi sekuat tenaga. Diri ini ingin di tahun 2026 lebih ikhlas dan belajar bagaimana tangan Allah bekerja. Belajar bagaimana mengolah rasa, belajar untuk berani menerima tantangan dan memilih jalan mana yang harus ditempuh. Tahun ini adalah harapan. Ada rasa nekad yang harus dipacu dan rasa insecure yang dilawan serta optimis yang dipupuk.

Tahun ini ingin rasanya fokus menulis dan melahirkan karya di penerbit mayor. Semua itu pasti ada jalan dan semangat itu tak pernah padam, tapi semua hal saat ini kujalani dengan lebih pelan, aku sadar tidak boleh berambisi pada sesuatu atau hancur semuanya. Aku tidak mau mengambil resiko. Bagiku tubuh yang sehat dan prima lebih utama agar dapat berpikir positif dan mental terjaga.

Tahun 2026 aku akan memulai langkah awal untuk menjadi pribadi yang gemar menabung, semangat untuk upgrade diri, belajar memaafkan, ikhlas, berjuang dengan maksimal dan mengubah mindset karena yang sulit bagi kita belum tentu bagi Allah. Terkadang kita tidak boleh melebihi takdir Allah. Kita hanya perlu berpikir positif dan merayakan rasa sedih, kecewa atau gelisah dalam satu bingkai yang bernama tawakal serta tingkat pasrah yang maksimal.

Bagaimana tetap menjalani hari dengan senyuman meskipun lelah. Bagaimana mencari kebahagiaan dan menciptakannya bukan malah mengabaikan rasa sebagai manusia. Tidak ada yang harus sempurna karena kesempurnaan itu bukan milik kita. Target tahun 2026: Bisa menguliahkan anak, bisa dapat beasiswa, bisa nulis buku solo, bisa lahiran karya yang dimuat di majalah, dan bisa buat nabung umroh. 

Tahun 2026 aku ingin kirim karya ke beberapa redaksi. Tidak apa kalau belum berhasil yang penting usaha. Aku ingin lebih rajin bangun di sepertiga malam dan melakukan intermitten fasting. Aku mau belajar mengendalikan diri dan tentunya punya tubuh langsing. Aku ingin belajar sampai lulus kuliah S2 dan fokus. Aku juga ingin fokus mendidik anak, punya waktu untuk keluarga dan memaksimalkan diriku menjadi lebih baik. 

Tahun 2026 aku mau ikut lomba literasi. Aku nggak peduli kalah yang penting aku berjuang dan terus berusaha. Aku ingin membuat yayasan literasi dan aku harap bisa punya taman baca sendiri. Aku ingin mencari pesantren untuk putra kedua dan aku harap dia bisa menuntut ilmu di sana. Aku harap bisa merenovasi rumah dan punya motor baru untuk anak pertamaku serta harapan yang tidak dapat aku sebutkan secara rinci.

Apapun Impian dan harapan aku harap menjadi doa yang akan terkabul di suatu saat nanti. Sebagai refleksi tahun 2027 nanti aku akan mereview kembali semua perjalanan selama satu tahun. Liburan telah berlalu tapi semangat untuk menjadi pribadi sabar, tahan banting, kuat mental dan rajin puasa ingin selalu menjadi bagian dari diri. Terima kasih telah berjalan bersama awali langkah tahun ini dengan harapan dan semangat baru semoga semua mimpi kan terwujud amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review film When gives you tangerines

Jangan Melakukan Tindak KDRT Psikis Bila Tidak Mau Kena Sanksi Hukum

Berdamai dengan Masa lalu