Membasuh Luka Batin
Hidup ini tidak semudah yang kita bayangkan. Ada kalanya pengalaman batin di masa lalu seperti luka pengasuhan menjadi hal penting yang harus kita selesaikan. Namun, seiring berjalannya waktu kita tidak pernah menyadarinya.
Kita seolah tak peduli dan tak ambil pusing, padahal ketika trigger datang dan trauma itu menyerang luka lama jadi kambuh dan kita terjebak dalam situasi yang tak diinginkan yaitu luka lama yang tumbuh kembali dan bahkan kita menyalahkan orang yang kita sayangi yaitu pihak suami.
Realita yang terjadi pasangan hidup kita bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap masa lalu kita. Makanya jangan sampai karena emosi rumah tangga kita hancur.
Bagaimana dengan nasib anak-anak? Tentu mereka akan menjadi korban. Mulai dari pola asuh yang salah hingga warisan penyakit mental yang dapat mengganggu hidupnya. Seperti inner child, traumatis dan anxiety dan lain sebagainya.
Apakah kita bisa memutus mata rantai penyakit mental ini? Bagaimana cara agar kita bangkit dari kerapuhan dan keterpurukan menjadi pribadi yang kuat dan pulih? Tentu hal ini bisa dilakukan asalkan kita mau bersungguh-sungguh untuk sembuh.
Cara yang bisa kita lakukan yaitu pertama mengakui perasaan yang kita rasakan saat ini misalnya kita sadar akan masalah mental saat ini dan butuh pertolongan dari psikiater. Kita menerima serta mengakuinya sebagai bentuk pencegahan agar tidak membesar dan berakibat fatal.
Kedua, Kita mencari ilmu terkait masalah mental dan kita mencari tahu bagaimana cara untuk sembuh. Ketiga, kita berupaya untuk sembuh dengan Al-Qur'an. Sebab ternyata Al-Qur'an adalah obat penyembuh jiwa. Sehingga dengan Al-Qur'an kita bisa perlahan-lahan bisa kembali pulih asalkan mau berusaha.
Apa yang terjadi jika kita tidak punya keinginan untuk pulih? Ingatlah bahwa jika bukan kita yang menyadari pentingnya punya jiwa yang sehat siapa lagi yang peduli?
Langkah hari ini untuk kebahagiaan di hari esok. Orang yang bisa hadir di saat kita terpuruk adalah pasangan hidup kita dan orang yang terdekat dengan kita jangan sampai mereka jadi korban akibat kemarahan dan emosi kita yang memuncak. Sudah saatnya kita mengubah keadaan dari yang buruk jadi lebih baik.
Sebagai penguat dalam proses penyembuhan jiwa, Allah SWT telah berfirman mengenai fungsi Al-Qur'an sebagai penyembuh .
Dalam Al-Qur'an QS. Al-Isra: 82 Allah SWT berfirman:
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..."
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, melainkan terapi batin yang mampu menenangkan kegelisahan dan membasuh luka-luka lama yang tersembunyi di dalam dada.
Menyembuhkan luka masa lalu adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan yang instan. Solusi terbaik dari masalah mental saat ini adalah keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah, kita tidak perlu ragu mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater sebagai wasilah penyembuhan.
Secara batiniah, kita mendekap Al-Qur'an sebagai sumber ketenangan utama. Dengan memutus mata rantai trauma ini, kita sedang menyelamatkan satu generasi di masa depan.
"Jangan biarkan masa lalu membunuh masa depan kita Kamu berhak pulih, bukan hanya untuk mereka, tapi untuk dirimu sendiri."

Komentar
Posting Komentar